Yuk Belajar Mengenai Jenis Luka Tertutup Dan Terbuka Serta Penanganan Pertamanya

dokter ahli luka dr adisaputra

Dalam dunia medis, kecelakaan dan cedera acap diikuti dengan munculnya luka pada kulit. Umumnya, luka yang hadir akan dikelompokkan pada dua kategori untuk mengidentifikasi prosedur penanganan terbaik. Termasuk dengan opsi bantuan dari dokter spesialis perawatan luka. Lantas seperti apa kategori dan penanganannya? Berikut ulasan untuk Anda.

Jenis Luka Terbuka Dan Penanganannya

Jenis luka yang satu ini mungkin sudah sering sekali terjadi di dalam aktivitas sehari hari. Terutama untuk kondisi luka ringan layaknya lecet atau abrasi, luka tusuk, sobek, atau bakar ringan. Luka ringan atau superficial sendiri umumnya hanya berdampak atau mengenai lapisan kulit terluar saja, sehingga mudah untuk ditangani.

Seperti contohnya adalah luka sobek yang tidak terlalu dalam atau sekedar lecet. Penanganan yang harus anda lakukan itu mengalirinya dengan air kemudian lanjutkan dengan membersihkannya memakai sabun yang pH-nya dibawah netral atau rendah. Kemudian tekan dengan kapas atau kasa steril dan tutup luka menggunakan perban. Hal yang sama dapat dilakukan pada jenis luka tusuk yang tidak terlalu dalam.

Indikasi dalam tidaknya luka tusuk bisa dilihat dari banyaknya darah yang keluar. Jika sedikit, Anda bisa mencuci luka, mengoles antiseptik, dan membalutnya dengan perban. Namun untuk memastikan kondisi luka baik, ada baiknya untuk mengunjungi dokter spesialis perawatan luka. Sama halnya dengan jenis luka bakar akut derajat 3 atau luas yang perlu penanganan medis.

Baca Juga : Cara Mudah Perawatan Luka Kulit Terbuka dan Bernanah

Jenis Luka Tertutup Serta Pengobatannya

Luka tertutup sesuai dengan namanya anda akan kesulitan untuk melihatnya karena tidak terdapat goresan maupun luka yang bisa secara langsung terlihat oleh mata. Pasalnya kondisi ini cenderung melibatkan adanya kerusakan atau cedera otot, tulang, hingga organ dalam. Umumnya, luka jenis ini terjadi karena adanya benturan dengan benda tumpul yang mengakibatkan jaringan kulit dalam yang mengalami memar.

Beberapa jenis luka tertutup yang sering terjadi adalah Kontusio dan hematoma. Kasus Kontusio sendiri sering kali terjadi karena adanya cedera karena aktivitas berat, seperti olahraga atau karena benturan dengan benda tajam. Trauma yang terjadi pun merusak pembuluh kapiler, otot, hingga darah kecil.

Kontusio bisa Anda temukan layaknya memar berwarna kemerahan hingga kebiruan. Tidak jarang akan diikuti dengan rasa nyeri. Hematoma juga terjadi karena adanya trauma pada kapiler dan pembuluh darah kecil yang menyebabkan penggumpalan darah. Dalam kasus ringan, luka ini bisa ditangani dengan pemberian kompres es.

Ada baiknya untuk mengunjungi Dokter spesialis perawatan luka jika Anda merasa kondisi sudah cukup parah. Terutama jika Anda menemukan rasa nyeri yang berlebihan, yang mana bisa saja membutuhkan prosedur pembedahan. Umumnya, prosedur bedah sendiri dilakukan jika ditemukan komplikasi sindrom kompartemen yang diikuti dengan pemindaian USG, MRI, hingga CT scan.

Memang benar bahwa luka secara tidak langsung dapat ditangani oleh individu sendiri. Terutama untuk jenis luka terbuka ringan, yang mana penanganan pertamanya bisa dengan pembalutan perban. Namun jika masalah luka cukup serius, tidak ada salahnya untuk mendatangi dokter dan mendapatkan penanganan yang lebih menyeluruh.

Anda bisa berkonsultasi dan buat janji dengan dokter ahli luka dr adisaputra ramadhinara yang merupakan dokter ahli luka yang kini berpraktek di Heartology. Beliau merupakan dokter spesialis perawatan luka yang berpengalaman dan memiliki  gelar Dokter Spesialis Luka Tersertifikasi (Certified Wound Specialist Physician / CWSP)